CARA MENGATASI GALAU DALAM ISLAM

Bismillahirrahmanirrahim..

Ada kalanya hati manusia condong kepada rasa sedih yang berkepanjangan, bimbang, resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Bahkan, perasaan-perasaan itu terkadang dapat muncul tanpa disertai dengan alasan yang pasti. Terlebih tubuh yang lelah dan hati yang kosong merupakan tempat yang rawan untuk dihinggapi perasaan-perasaan negatif tersebut. Beberapa orang menyebut berbagai paduan perasaan negatif yang sudah campur aduk itu dengan satu kata, yaitu galau.

Menurut kbbi, galau adalah kondisi ketika pikiran dalam keadaan yang kacau atau tidak karuan. Perasaan galau dapat disebabkan oleh banyak hal.

Memang perasaan galau bukanlah sesuatu yang salah, melainkan memang sudah merupakan fitrah. Menjadi salah apabila perasaan tersebut menjadi penyebab dari perbuatan-perbuatan buruk dan tidak sesuai dengan syariat Islam yang dilakukan tatkala perasaan itu datang. Jika perasaan galau itu diiringi dengan perbuatan-perbuatan buruk, maka perasaan itu bisa disebut sebagai penyakit yang akan hilang dan timbul kembali.

Di bawah ini adalah beberapa tips sederhana tentang cara mengatasi perasaan galau yang sesuai dengan syariat islam, karena setiap perasaan yang muncul dalam hati, baiknya dikembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Hati 🙂

  1. Perbanyak ibadah termasuk yang sunnah.

“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “ (Q.S Al-Baqarah : 153)

Ketika hati mulai dihinggapi perasaan-perasaan negatif atau pikiran mulai dibayangi pilihan-pilihan yang sulit beserta dengan semua resiko yang seakan-akan terlihat luar biasa menakutkan, bahkan jika sampai menimbulkan rasa putus asa dan malas dalam melakukan hal apapun, cobalah lebih dekatkan diri kepada Allah dengan beribadah kepada-Nya. Niscaya perasaan tenang akan datang seiring dengan mengingat-Nya. Jika ibadah wajib saja sudah memberikan ketenangan, bagaimana jika ditambah dengan ibadah-ibadah sunnah? Pasti ketenangan luar biasa yang akan muncul dalam hati kita.

  1. Perbanyak dzikir dan membaca Al Qur’an

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Dzikir akan menuntun hati kita untuk senantiasa mengingat kepada-Nya. Begitupun dengan membaca A-Qur’an, terlebih jika kita sembari meresapi makna ayat demi ayat yang kita baca.

  1. Mencoba melakukan hal-hal yang bermanfaat agar diri menjadi sibuk

Terkadang, salah satu penyebab munculnya perasaan galau adalah waktu luang yang membuat kita mudah melamunkan atau memikirkan sesuatu, termasuk hal-hal yang buruk. Cobalah tambah aktivitasmu dengan hal-hal yang bermanfaat agar waktu luangmu berkurang, dan nantinya waktu luangmu hanya akan kamu gunakan untuk beristirahat karena sudah terlalu lelah beraktivitas. Lama-kelamaan, kamu tidak akan punya waktu lagi untuk memikirkan hal-hal yang menimbulkan perasan galau di dalam hatimu.

  1. Berdoa kepada Allah agar dihilangkan rasa galau dari hati

Allah adalah pemilik hati kita. Ia adalah satu-satunya yang berkuasa membolak-balikan, menghilangkan, serta mendatangkan sesuatu ke dalamnya. Maka, mintalah dengan segala kerendahan diri kepada-Nya agar dihilangkan semua perasaan-perasaan negatif di dalam hatimu termasuk perasaan galau tersebut dan digantikannya dengan perasaan yang menenangkan.

  1. Menjauhkan diri dari angan-angan yang berlebihan

Meskipun galau adalah perasaan yang sebagian besar dari manusia ingin menghilangkannya, kenyataan terburuknya adalah salah satu penyebab perasaan galau tersebut adalah manusia itu sendiri!

Ya, perasaan galau dapat muncul salah satunya karena terlalu tingginya angan-angan yang dibuat oleh manusia. Ekspektasi atau keinginan yang berlebihan, sebagian orang mengatakannya begitu. Pasti sering kan, kamu mengekspektasikan atau mengharapkan sesuatu secara sempurna, tetapi ketika kenyataannya tidak seperti harapanmu kamu akan mulai merasa galau dan kecewa.Menyalahkan dirimu sendiri, segala hal yang sudah terjadi, semua pilihanmu, semua keputusanmu, bahkan menyalahkan orang lain. Atau, ketika kamu berekspektasi tinggi terhadap sesuatu yang akan kamu lakukan besok, tetapi ternyata hal tersebut malah membuat kamu diliputi rasa galau semalaman karena mikirkan berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi kepadamu sehingga kamu harus berpikir keras bagaimana menghilangkan kemungkinan-kemungkinan buruk itu.

Tetapi, bukan berarti tidak boleh berharap tinggi. Berharaplah yang tinggi, namun serahkan harapan itu pada Allah. Agar ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginanmu, kamu sudah tau itu yang terbaik yang diputuskan oleh Allah untukmu.

  1. Tetap berkhusnudzon kepada Allah

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

Jika sudah berharap tinggi kepada Allah, tetapi tetap mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, apakah artinya Allah tidak sayang? Tidak. Jangan pernah berpikir seperti itu. Ingatlah bahwa Allah lebih mengetahui baik buruknya sesuatu dibandingkan dengan manusia. Segala yang terjadi pada manusia, sudah pasti mendapatkan izin dari Allah dan merupakan jalan yang dipilihkan oleh-Nya. Allah menurunkan kemudahan bersama dengan kesulitan itu sendiri. Satu lagi yang harus diingat, Allah tidak pernah mendzalimi hamba-hamba-Nya.

  1. Selalu memunculkan pikiran-pikiran positif

Agar perasaan galau tak menghampiri, berusahalah untuk selalu memunculkan pikiran-pikiran positif yang akan membuat pikiran senantiasa jernih. Dengan pikiran yang jernih, kita akan mudah untuk memikirkan keputusan yang akan kita ambil, memikirkan segala sebab dan akibat dari perbuatan kita, termasuk memaknai apa yang telah terjadi pada kita dan membuah jauh-jauh segala keresahan.

  1. Meminta petunjuk Allah untuk setiap masalah

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

Galau biasanya mudah datang jika kita sudah dihadapkan dengan berbagai pilihan yang semuanya terlihat baik  sehingga kita bingung mana yang paling baik. Maka dari itu, kembalikan lagi semuanya kepada keputusan Allah.

  1. Shalat Istikharah

Berkaitan dengan meminta petunjuk Allah dalam setiap kebingungan kita dalam memilih sesuatu, atau memutuskan suatu perkara, maka salah satu jalan yang dianjurkan di dalam islam adalah mendirikan shalat istikharah. Shalat yang terdiri dari dua rakaat ini bertujuan didirikan bertujuan untuk meminta petunjuk kepada Allah manakah jalan terbaik yang harus kita pilih.

Sekian tips sederhana mengenai cara menghilangkan galau yang sesuai dengan syariat islam, jangan pernah perasaan galau menguasai dirimu, bahkan menuntunmu kepada hal-hal kemaksiatan. Naudzubillahimindzaliik.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *