Mendidik Anak Sesuai Usianya

Bismillahirrahmanirrahim

Anak adalah investasi kita. Usia anak-anak adalah penentu kepribadian anak kita. Jika kita bisa mendidiknya dengan benar maka kita akan mendapatkan investasi yang benar-benar luar biasa diwaktu yang akan datang, sebaliknya jika kita kurang tepat mendidiknya maka kita juga sedang menginvestasikan sebuah keburukan. Oleh karena itu kita wajib mengenali perkembangan usia anak dan harus tahu bagaimana kita memperlakukan anak kita.

Jika kita rasakan waktu untuk mendidik anak sangatlah singkat. Tidak terasa anak kita sudah SD, anak kita sudah kuliah dan tidak terasa sudah hampir menikah. Gunakanlah waktu sebaik-sebaiknya untuk menanamkan hal baik ke anak, karena tidak terasa, itu akan segera berlalu.
Ada pembagian waktu berdasarkan usia anak yang harus kita ketahui. Pada waktu-waktu tersebut kita harus memberikan perlakuan khusus. Berikut penggolongan usia perkembangan anak dan bagaimana kita mendidiknya :

1. Anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja

Sejatinya anak usia 0-6 tahun kerap disebut usia emas atau golden age bukan tanpa alasan. Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat tanpa kita sadari.
Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk selalu berlemah lembut terhadap anak yang masih berusia dari 0 sampai 6 tahun.

2. Anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai tawanan perang

Di rentang usia anak ini, perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan. Kita perlu melatihnya dengan memisahkan tempat tidur sendiri dan menjalankan shalat 5 waktu.
Hal ini tertuang dalam hadist,
“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud).

3. Anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat

Inilah usia di mana anak akan cenderung memberontak, sehingga dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak.
Ciptakan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua bisa dipercaya layaknya sahabat setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati. Jangan sampai ketika mereka punya masalah justru mencari solusi dan lebih memilih curhat ke orang lain terlebih dulu.

Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun.
Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu. Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat. Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.
Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar. Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin. Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.
Untuk bisa mendidik anak dengan tepat diperlukan ilmu cara berkomunikasi dengan anak. Ada cara-cara tertentu agar kita bisa berkomunikasi dengan baik terhadap anah kita.
Berikut cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:

  1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
  2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
  3. Sambil mengusap kepala. Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.

Semoga bisa bermanfaat bagi kita yang sudah menjadi ayah atau ibu. Semoga kita bisa mengasuh anak kita dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *