TANPA ANYELIR, TANPA MELATI

Benarkah bahagia itu terletak pada kemewahan materi yang bisa diberikan suami kepada isteri ?

Semua isteri senang diberikan kemewahan oleh suami, namun bukan berarti faktor itu yang menentukan kebahagiaan hatinya. Syair lagu jadul “Rumah Kita” yang dinyanyikan God Bless mengingatkan kita bahwa seperti apapun, rumah kita sendiri lebih memberikan kebahagiaan dibandingkan mengharapkan sesuatu yang lebih mewah di kota, namun belum pasti.

Bilik bambu, alas tanah, atap jerami, berpagar alang-alang, tanpa anyelir, tanpa melati, dan hanya bunga batu sebagai penghias rumah.

Gambaran tentang kesederhanaan kehidupan, namun karena mampu menikmati dengan jiwa, mampu bersyukur dengan apa yang ada, maka mampu memberikan kebahagiaan bagi penghuninya.

Artinya, benda-benda itu selalu terikat oleh hukum materi, bahwa materi tidak akan pernah bisa memuaskan.

Yang perlu diketahui para suami, membahagiakan isteri itu bukanlah bab bagaimana memberikan semua yang diinginkan isteri, namun bab bagaimana menyentuh perasaan dan hatinya. Inilah hakikat yang lebih utama dan penting.

Para suami harus mengetahui jalan untuk menyentuh hati dan perasaan isteri, sehingga lebih bisa menyelami hal-hal apakah yang membahagiakan jiwanya, apakah yang menenteramkan hatinya, apakah yang sangat diharapkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *